Senin, 14 Oktober 2013

Tertanda Via

Apa kabarmu ? Aku lihat dari beberapa status twittermu dan foto yang kau share di istagram membuatku berfikir kau sudah dapatkan sosok seorang wanita yang selama ini kau cari . Apa itu benar kekasihmu ? Apa kamu ingin tau reaksiku ? Aku tak merasakan sakit , entahlah . Yang aku tau aku tersenyum ketika melihat itu semua . Aku senang penantianmu berakhir . Setelah sekian lama kamu butuh penilainku tentang wanita-wanita yang jadi pilihanmu , menggantikanku secara halus . Aku harap itu benar nyata bukan skenario belaka yang kamu buat hanya untuk ingin tau reaksiku .

Aku harap dia wanita cantik berkerudung , berakhlak baik , lembut dan bisa menjadikanmu seorang imam disaat adzan berkumandang . Kamu bisa sesekali menengoknya dibelakangmu saat ia mengenakan mukenahnya sebelum lafal niat sholat kamu bacakan .

Ah tapi ku pikir kau tak perlu penilainku . Aku yakin , dia jelas lebih baik dariku . Jadi buat apa kamu butuh koreksiku tentangnya , kamu ingin memancingku ? Memastikan kepingan rasaku padamu yang tersisa berwujud seperti apa ? Begitu maksudmu ?
Kamu pria yang cerdas jadi tak perlu ku khawatirkan kamu salah memilih . Tidak mungkin. Aku pikir pelajaran lalu membuatmu lebih cermat lagi memilih dalam putaran waktu yang lama.  Meyakinkanku kamu telah memilih dan mendapatkan wanita yang terbaik . Alhamdulilah, syukurlah .

Kau ingin tahu kegiatanku disini ? Masih sama seperti hari-hari yang kulewatkan kemarin . Aku masih rutin membuka laci , memastikan pemberian darimu agar tetap terjaga . Sesekali ku baca surat dihari ulangtahunku dari tulisan tanganmu , sesekali ku buka jam tangan kado darimu diusia 17 tahunku , sesekali ku coba beberapa jaket dan baju ku kenakan kembali memastikannya ditubuh kecilku ini dan ternyata jaket dan baju pun sudah cungklang ku pakai . Sesekali ku pastikan permen yang kamu beri disaat kita first road tak habis dimakan si semut hitam , sesekali ku pakai kalung darimu , masih begitu terlihat cantik dikenakan . Sesekali ku peluk dan ku pandangi mata hitam pekat boneka darimu yang kamu beri disaat ulangtaun pertamaku bersamamu . Katamu , aku harus membuangnya . Membakarnya sekalipun . Katamu , tak perlu ku menyimpannya lagi pemberian darimu itu yang belum kusebutkan macam lainnya yang masih ku rawat baik . Aku tak yakin kamu tulus mengatakannya itu , mendengarnya langsung saat itu pun aku sakit .
Aku sudah tak menyimpannya , sudah ku buang dan ku bakar . Tapi maaf , masih ada beberapa yang masih ku simpan dan ku jaga dengan hati . Karna ku rasa aku belum mendapatkan lelaki yang bisa menyuruhku untuk membuang bersih benar pemberian darimu .

Aku ingin bercerita , kamu mau mendengarnya bukan ? Sebenarnya aku bukan sama sekali tidak dekat dengan lelaki . Ada beberapa yang sempat jadi fokus retina mataku dan ada yang benar membuat hatiku benar bergejolak tanpa teratur . Tapi dari lelaki yang mendekatiku selalu ada yang kusayangkan dan menjengkelkan . Ada yang sudah punya pacar tapi tetap mendekatiku dan aku menyukainya karna dia sehat tanpa rokok sepertimu dan punya keyakinan yang sama denganku . Menjengkelkan . Tapi ku usahakan menjaga jarak dengannya karna aku takut akhirnya aku dikira pengganggu hubungan orang . Itu mengerikan . Saat lagi aku dekat dengan seorang lelaki dan aku nyaman dengannya harus ada yang kusayangkan darinya , agama jadi perbedaan kita. Kalo aku tak dapat yang seiman bagaimana ? Aku kan ingin bisa solat berjamaah , di imami seperti dulu kamu mengimamiku di atas sajadah .

Aku bercerita seperti ini bukan untuk memastikan bagaimana reaksimu mendengar ceritaku untuk kau tanggapi . Walau terkadang terlintas aku ingin mengetahui reaksimu . Ku pikir kamu lebih mengenaliku dari pada aku mengenali diriku sendiri makanya ku ceritakan ini padamu . Ah sudahlah , aku tak habis kata membicarakan ini . Kamu harus bahagia meski tanpaku , eh mungkin kalimat barusan lebih cocok kamu yang katakan untukku .

Yasudah , aku hanya ingin memastikan kabar tentangmu saja tidak lebih dari itu dan ingin memberimu selamat atas wanita pilihanmu . Sebentar , masih ada yang ingin ku tanyakan padamu . Apa motivasimu mengunfoll ku di twitter ? Karna kamu tau aku mengunfollmu ? Ah aku punya alasan sendiri kenapa waktu itu ku putuskan mengunfollmu . Alasanku jelas karna menyangkut soal perasaan . Ah sudah ku rasa tak perlu diteruskan soal alasanku . Lalu apa alasanmu ? Aku memang bukan masa lalumu yang baik tapi kenapa kamu tidak bisa berbaik padaku ? Tak usah mengunfollku bukankah bisa ? Begitu dalamnyakah aku menyakitimu dengan lebih cepat temukan penggantimu selepas kita sama-sama melepas . Maafkan aku terlalu cepat tapi kau tak pahamiku . Aku tau kamu maafkanku tapi kurasa bekas pun aku tetap mendarah daging di saraf otak dan hatimu . Tapi perlu kamu tau , aku tidak pernah berubah akan selalu mengingatmu .

Boleh ya ku tampilkan fotomu disini dengan wanita yang sudah kamu temukan sesuai harapanmu ? Biar sewaktu kamu baca ini kamu bisa tersenyum melihat fotomu . Paras kalian memang tak terlihat , membelakangiku untuk sesekali ku coba tengok paras kalian disenja sore itu . Ah sekalipun kalian membelakangiku kalian tetap terlihat mesra :')



-----Tertanda Via------


1 komentar: